Last year,after i read my favo magz "LOOKS",da idea of this short story came to my head, and i could write it less than 30 minutes (yaaikzz..that was my presticous moment)
**GLAMOUR**
Steve memang kakak kelas dan cowok paling cakep dan pintar di sekolahku, dia memang selalu jadi incaran cewek-cewek, tapi so sorry yah girls..sudah setahun ini Steve memilihku untuk jadi pacarnya. Makanya hampir semua cewek di sekolahku jealous berat, sebenarnya mereka semua bukan hanya iri sama kedekatanku dengan Steve, tapi juga semenjak dua tahun lalu aku pindah dari Jerman ke sekolah menengah umum bertaraf internasional yang sangat terkenal di Jakarta ini, semua cewek di sini terlihat sirik dan jealous padaku. Mungkin karena penampilanku yang selalu heboh dan rada glamour, ya mungkin saja, di saat murid-murid lain memakai seragam, sepatu kets, kaos kaki dan tas sekolah pada umumnya, aku memakai sepatu ankle boots, ankle shoes dari Glitz atau oxford shoes. Dan untuk tas aku selalu pakaiPoint Break leather bag dengan berbagai warna, tas Balenciaga atau pernah juga aku pakai tas Hermes kado ultah ke 16’ku dari Mami untuk ke sekolah, yaaa...jika Victoria Beckham memakai tas Hermes koleksinya untuk ke pasar, aku memakainya untuk membawa buku-buku sekolahku.
Dan penampilanku ini hanya karena satu alasan, I Love Fashion soo much !!, aku memang pecinta berat fashion, karenanya di saat semua cewek-cewek mengidolakan Robert Pattinson, aku malah nge’fans berat sama Michael Kors, Alexander Wang, Stella McCartney dan berbagai brand seperti Burberry, Prada atau Miu Miu. Oya..pernah juga di saat Jakarta sedang musim hujan, semua cewek di sekolahku memakai sweater atau cardigan, tapi aku dengan pede memakai leather jacket dan coat untuk musim salju, Pernah sih karena banyak cewek-cewek yang risih dengan penampilanku ini, aku sampai di tegur oleh pihak sekolah, tapi karena aku pelajar yang disiplin, tidak pernah telat, bolos ataupun izin, akupun akhirnya di perbolehkan memakai branded stuff itu, selama aku tidak memakai bikini saja di sekolah. Sebenarnya semua cewek-cewek itu mampu kok beli barang-barang ber’merk, karena mereka semua juga dari keluarga kaya, tapi memang cuma aku tuh yang berani tampil beda di sekolah.
Uupps..ngomongin tentang fashion dan sekolahku, aku jadi lupa memperkenalkan diri. Namaku Richika, baru dua tahun ini aku pindah ke Jakarta, sebelumnya aku banyak berpetualang ke berbagai negara, dari kecil aku sudah tinggal di Perancis, dari umur 6 tahun dan menghabiskan masa Primary School di Inggris, masa SMP di Manhattan,AS dan sekarang aku pindah lagi ke Indonesia. Karena Mami dan Papi ingin mengembangkan bisnis properti’nya di tanah kelahiran kami yang tercinta ini.
Waktu awal-awal pindah ke
“I’m lucky I’m in love with my best friend..Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again…Oooohhhhoohhhhohhooohh….”, Tiba-tiba hapeku berdering nyaring, ku lihat nama Minna, sahabatku di layar handphone. “Helloow…”, sapaku mengangkat telepon. “Haloo Rich..gimana dengan Steve? dia udah ngomongin rencananya ke amrik? “, Tanya Minna, sahabatku yang kutu buku dan cantik ini.
“ Yup..tapi dia tetap mau pergi ke
“ Ooh my god..Minna’s right !, kenapa aku sampe engga kepikiran? kenapa aku juga engga kuliah di amrik aja? “, pikirku senang. Tapi jika aku kuliah di
Aku memang berencana melanjutkan kuliah di
Aku yang masih bengong, bingung harus bagaimana lagi?, “ Jadi menurut kamu aku harus kuliah di Yale atau Harvard juga?”, aku malah balik nanya ke Minna.
“Yaa..engga harus di kampus yang sama dong Rich, kamukan bisa kuliah di universitas design di
Dan semenjak Minna kasih ide untuk kuliah di amrik, aku jadi sering searching sekolah - sekolah mode yang ada disana di internet. Dan jika aku kuliah di
Yaa...Klara kakak kelasku plus mantan pacar Steve yang super duper judes itu, semua orang di bumi ini tahu kalau Klara masih cinta berat dengan Steve sedari dulu, makanya ia kadang selalu menjudesi aku juga Minna.
Dan yang bikin kepalaku pusing tujuh keliling, Klara juga di terima di Harvard dengan jurusan yang sama dengan Steve ! itu berarti mereka akan kuliah bersama-sama, belajar di kampus yang sama, di kelas yang sama atau bahkan di asrama yang sama !!, Oooh noo..kepalaku tambah pening dan mendengar berita buruk ini, penglihatanku jadi berkunang-kunang dan rasanya aku mau.......
“Richika...hello..wake up, Babe..please...”, kata Steve kuatir sambil menepuk-nepuk pipiku. “ Rich...Richika...ya Tuhan, kamu kenapa? ”, panggil Minna lembut di telingaku. Aku yang rasanya tadi pingsan, perlahan mulai membuka mata dan tersadar, dan saat aku mulai terbangun, aku rupanya sudah terbaring di UKS, di temani Steve juga Minna di sampingku. Tapi saat mataku mulai kembali jelas melihat, di sebelah kiri Steve sudah berdiri Klara dengan senyum judesnya yang khas, ia tampak tersenyum meledek, dan itu senyum penuh kemenangan, dan baginya kuliah di Harvard bersama Steve itu sebuah kemenangan yang akan ia raih kembali. Dan baru 15 detik tersadar aku kembali pingsan, pingsan karena melihat senyum Klara.
“ Hiikss..hikkss...”, dengan penuh derai air mata, aku menangis di pelukan Minna, “ berita Steve dan Klara akan kuliah bersama itu berita terburuk buatku, Na..”, isakku lagi, Minna sebagai sahabat yang baik terus mengusap-usap punggungku dan berusaha menghibur. Yaa..bagiku berita itu adalah yang terburuk kedua setelah berita kematian Michael Jackson. Dan selama dua jam aku menangis pilu,akhirnya aku dengan semangat membara memutuskan untuk kuliah juga di Harvard, akan ku kesampingkan niatku belajar fashion design di
“ Ta..tapi Rich.., masuk Harvard engga segampang itu lho..”, pendapat Minna.
“ I know..selama ini nilaiku memang biasa aja, tapi kalo aku terus study and study aku yakin bisa tembus ujian masuknya, I can do it, Minna...”,belaku segera. Minna hanya bisa menghela napas dan pasrah, dengan terus mengingatkan kalo aku harus terus belajar dan berusaha sekeras mungkin. Dan akhirnya Minna membantuku dengan mencarikan seorang guru privat, dan dipilihlah
“ Whhaaatt..?? you have a brother? bener kamu punya kakak, Na? are you sure??”, tanyaku menggebu-gebu.” Yaaap..dia satu sekolah kok sama kita, malahan sekelas sama Steve. Kakakku itu memang jarang beredar di lingkungan sekolah, Rich.., soalnya dia betah banget ke perpus atau baca buku di ruangannya Pak Miun, tukang sapu sekolah..”, jelas Minna padaku. Ooohh..pantas saja aku engga kenal sama kakaknya Minna itu, melihatnyapun belum pernah. Tapi jangan di tanya, menurut Minna kakaknya itu juara kelas dari TK, dan selama ini belum pernah turun rangking ke peringkat dua, selain juara kelas, ia juga juara lomba ilmiah, fisika dan matematika, Hmm..di bayanganku kakaknya Minna itu pasti orang yang 100 % serius, memakai kacamata, dengan kemeja di masukkan ke celana kulot gombrong plus kaus kaki tebal khas ilmuwan. Tapi biarlah, yang penting ia bisa membantuku belajar dan lulus ujian masuk ke Harvard.
Sore ini
Tapi sore itu ia memakai kaos Polo t-shirt berwarna putih bersih juga celana jeans, penampilannya sama seperti cowok-cowok kebanyakan dan dia juga ganteng. Dan rupanya
Dan kini aku baru tahu ternyata
“ Kamu jangan galak-galak dong, aku pikir cuma Klara manusia terjudes di planet ini, ternyata kamu juga...”, kataku sebal.” Lho ini semua demi siapa? demi kepentingan kamu masuk kampus yang sama dengan pacar kamu itukan?”, bela
Sampai suatu saat,
“ Emang mau kemana sih?”, dan aku simple menjawab, “ fashion is everything...”. Saat kami selesai mencari buku, dan sempat lunch di kafe Itali,
Dan di mobil saat pulang,
“ Kadang kita tidak sadar akan kehidupan kita yang berlimpah, dan melupakan orang lain yang ternyata masih banyak yang kesusahan..makanya aku ingin sekali jadi dokter dan suatu saat akan membantu mereka ”, ucapan
Dan kedekatanku dengan
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar