WeLcoMe 2 my BloG

for all the humans,witches,planet things and all God's creatures..welcome to my blog and read my ordinary write with ordinary ideas...coz this is so far of puuurrrfect..aniwei enjoyyy..^^

Minggu, 20 Maret 2011

my favorite story ^_^


NENEK POTSY DAN SEGUNUNG KUE.

Pada suatu hari hiduplah seorang Nenek yang bernama Nenek Potsy, ia tinggal hanya berdua dengan kucingnya Junjun, Nenek Potsy adalah seorang penjual kue, ia mempunyai sebuah toko kue kecil di pinggir kota, Nenek Potsy yang ceria dan selalu tersenyum setiap hari selalu bersemangat membuat kue-kue yang enak, semua orang di kota juga tetangga-tetangganya sangat menyukai kue-kue buatan Nenek Potsy. Karena kue-kuenya sangat enak dan lezat. Bahkan anak-anak tetangga Nenek Potsy selalu datang membeli kue-kuenya setiap hari, dan Nenek Potsy selalu memberi bonus satu buah lollipop atau se’plastik penuh kue jahe.

Dan Bella adalah salah satu langganan setia toko kue Nenek Potsy. Sehabis pulang sekolah ia selalu menyempatkan untuk datang ke sana membeli sebuah kue tart mini coklat atau bolu kacang manis. Bella sangat suka semua kue-kue yang ada di toko Nenek Potsy. Bahkan ia bercita-cita akan menjadi koki kue seperti Nenek Potsy.

“Nenek Potsy...aku datang lagi....” kata Bella menyapa.

“ Oooh..halo sayang..., mau beli apa kamu hari ini..? Nenek sudah buatkan Tiramisu rasa jeruk dan Pie buah tropis..” ujar Nenek Potsy sambil mengeluarkan sepiring kecil kue berwarna orange dengan beberapa potongan jeruk dan foam lembut di atasnya juga semangkuk pie buah yang segar. “ Kue-kue ini spesial untuk langganan setia’ku..” kata Nenek Potsy lagi. Duuh..Bella bingung harus pilih yang mana karena keduanya kelihatan lezat dan menggoda.

“ Aku mau yang tiramisu jeruk Nek...” pilih Bella.

“ Atau.....hhmm...pie buah saja deh..buah-buahan itu kelihatan segar, aku jadi ingin mencicipinya juga...” kata Bella bingung. Nenek Potsy tertawa.

“ Atau begini saja Bella manis...kau pilih salah satu dan yang satunya lagi aku berikan gratis untuk’mu...,bagaimana?” tawar Nenek Potsy sambil mengedipkan mata kanannya. “ Benar ‘nek...??” tanya Bella senang. Nenek Potsy menggangguk. Dengan riang Nenek Potsy membungkus kue pilihan Bella ke dalam kotak kecil yang di hias dengan pita manis berwarna pink.

“ Meeooonggg....” Junjun mengeong ke arah Nenek Potsy, ooo..ooo rupanya Junjun juga ingin kue-kue itu, dia iri melihat Bella sedang asyik melahap pie buah hadiah dari Nenek Potsy. “ Halo Jun...apa kamu mau pie ini...?” tanya Bella ramah.

“ Meeooongg....” Junjun kembali mengeong manja. “ Haahaa..lihatlah kucing ini..karena tiap hari Junjun selalu memakan kue-kue’ku, bobotnya bertambah dua kali lipat dan semakin hari semakin gemuk, bulunya saja bertambah lebat....” canda Nenek Potsy sambil menggendong dan mengelus bulu lebat Junjun yang berwarna orange tua. kemudian Bella dan Nenek Potsy memberi Junjun kue dan bercanda hari itu.

Tetapi sudah dua hari ini toko kue Nenek Potsy tutup. Saat Bella pulang sekolah dan melintasinya, ia selalu melihat pintu depan toko tertutup rapat dan bertuliskan kata “ CLOSE”. Hmm...tumben sekali toko Nenek Potsy tutup, pikir Bella. Karena penasaran ia pun mencoba melongok-longok ke dalam kaca jendela toko, tapi sayang sekali jendela itu juga tertutup rapat oleh tirai. “ Apa Nenek Potsy sedang pergi ke luar kota...?” tanya Bella. Dan ia putuskan besok akan kembali lagi ke toko, siapa tahu Nenek Potsy sudah kembali dan membuka toko kuenya.

Setelah lewat lima hari toko kue Nenek Potsy masih saja tertutup rapat. Bella yang kali ini datang bersama teman-temannya mencoba mengetuk-ngetuk pintu. “ Hallooo Nenek Potsy..apa Nenek ada di dalam...hallo..Junjun?” tanya Bella. “Nenek Potsy... Nenek Potsy , halloooo..apa ada orang di sana...?” kata teman-teman Bella serempak.

Tetapi belum ada jawaban juga. Tampaknya toko kue juga sekaligus rumah Nenek Potsy tidak ada yang menempati. “ Kemana Nenek Potsy ya..?” tanya Bella dan teman-teman. “ Aku kangen dengan kue Blackforest Nenek...” kata Juni, salah satu teman Bella. “ Ya...aku juga, tapi aku lebih suka Cupcake’nya..sangat manis dan lezat, tapi sebanyak apapun aku makan, aku tidak pernah sakit gigi..” kata Edgar yang bertubuh tambun, ia juga salah satu pelanggan setia toko kue Nenek Potsy. Bahkan tak tanggung-tangung Edgar kadang sampai membeli 3 kotak kue untuk di makan bersama orang tua dan adiknya.

“ Kalo aku lebih suka biskuit coklatnya..,” kata teman Bella yang lain.

“ Aku suka kue stroberrinya..”

“ Kalo aku...kue lapis pelanginya...”

“ Bolu kejunya juga enak...., kue jahe.., pancake madu..” seru teman-teman Bella yang lain. Waah..rupanya mereka semua memang suka sekali dengan kue buatan Nenek Potsy. Dan mereka semua adalah pelanggan toko kue Nenek Potsy.

“Tetapi sekarang..., ada di mana Nenek Potsy...?” tanya Bella sedih. Teman-teman yang lain juga bertanya-tanya. “ Apa aku tidak bisa memakan kue-kue buatan Nenek Potsy lagi..?” tanya Edgar sedih. Bella dan semua teman-teman juga ikut bersedih.

“Oiya..coba kita tanya tetangga Nenek Potsy saja..” usul Juni.

“ Ide yang bagus Juni..!” seru Bella. Dan mereka pun segera mendatangi rumah tetangga Nenek Potsy. Setelah mengetuk pintu, tetangga Nenek Potsy yang bernama Laurie mengatakan kalau Nenek Potsy ternyata mengalami kecelakaan kecil sewaktu sedang membuat kue, tangannya terkilir dan mengalami patah tulang sehingga harus di bawa ke rumah sakit di pusat kota.

“ Ooh tidak..kenapa kita sampai tidak tahu yah..?” tanya Bella.

“ Bagaimana kalo kita menjenguk Nenek Potsy di pusat kota?” usul Juni.

“ Tetapi pusat kota sangat jauh dari sini..” kata Bella.

“ Oya..dua minggu lagi Nenek Potsy akan kembali ke rumah..” ujar Laurie.

“ Kemarin Nenek Potsy sudah meneleponku, katanya tangannya akan segera sembuh dan karena dua minggu lagi hari Ulang tahunnya, Nenek Potsy akan kembali membuat kue ulang tahun.” ujar Laurie memberikan kabar gembira.

“ Oiya.. Nenek Potsy akan berulang tahun..” seru Bella.

“ Kita harus memberikan Nenek Potsy hadiah dan kejutan...” usul Juni juga kepada teman-teman. “ Bagaimana jika kita membuat kue ulang tahun untuknya..?” Edgar juga tak kalah ingin memberikan usul. “ Ide yang bagus...!” kata Bella dan Juni setuju. “ Tetapi di mana kita akan membuat kuenya?” tanya teman yang lain. Betul juga.., untuk membuat kue yang spesial, kita memerlukan peralatan yang lengkap juga, pikir Bella.

“ Bagaimana jika di dapur Nenek Potsy saja..?” tiba-tiba Laurie memberikan usul.

“ Tapi kita tidak punya kuncinya, bagaimana kita bisa masuk?” tanya Bella.

“ Tenang saja.. Nenek Potsy mempercayakan kunci rumahnya kepadaku, Nenek Potsy juga menitipkan Junjun di rumahku...” kata Laurie lagi.

Hooraay..akhirnya rencana bisa di jalankan dan waktu mereka hanya dua minggu. Bella dan teman-teman juga di bantu Laurie akan membuat kue kejutan ulang tahun untuk Nenek Potsy. Karena selama ini Nenek Potsy sudah membuatkan banyak kue-kue yang enak untuk mereka, bahkan Nenek Potsy juga suka memberikan kue bonus.

Setiap hari setelah pulang sekolah, Bella, Laurie dan teman-teman menyusun rencana untuk membuat hadiah spesial untuk Nenek Potsy. Mereka mencari-cari resep-resep kue tart ulang tahun di buku masakan. Laurie juga yang menyimpan uang hasil patungan Bella dan teman-teman. Setelah berhari-hari mereka bekerja keras membuat kue, tetapi hasilnya kue yang mereka buat selalu gosong atau rasanya tidak enak. Sampai-sampai uang hasil patungan mereka habis. Oooh tidak..apa yang harus mereka lakukan? waktunya tinggal seminggu lagi..Bella dan teman-teman kehabisan uang. “ Bagaimana jika kita meminta sumbangan kepada orang-orang, kita akan memberitahukan mereka, kalo uangnya akan kita gunakan untuk memberi kejutan untuk Nenek Potsy...?” usul Laurie. “ Ok..Apa salahnya kita coba..?” kata Bella setuju, teman-teman yang lain pun juga mengangguk setuju.

Bella, Laurie, Edgar dan Juni membuat beberapa kotak sumbangan, di depan kotak tertulis , “ Untuk hadiah ulang tahun Nenek Potsy ”, teman-teman yang lain juga ikut membantu, mereka berpencar ke rumah-rumah untuk meminta sumbangan. Dan ternyata respon dari orang-orang sangat menyenangkan.

“ Untuk ulang tahun Nenek Potsy..? oohh tentu saja.., Nenek Potsy sudah baik hati memberikan kue untuk anakku yang sedang sakit waktu itu..” kata Ibu yang tinggal tak jauh dari rumah Nenek Potsy.

“ Baiklah.., aku mau menyumbang, aku juga suka dengan kue-kue buatan Nenek Potsy, dan aku dengan senang hati akan membantu kalian..” kata seorang Bapak yang ternyata juga pelanggan toko kue Nenek Potsy.

Mereka semua juga ingin ikut membantu dan berpartisipasi dalam ulang tahun Nenek Potsy. Dan dalam waktu tiga hari uang hasil sumbangan terkumpul sangat banyak. “ Wow..lihat uang-uang ini...” kata Laurie takjub melihat sekumpulan uang-uang yang menggunung hasil dari sumbangan orang-orang. “ Kita bisa membuat lebih dari satu loyang kue...” kata Bella. “ Betul...bagaimana jika kita membuat banyak kue saja?” usul Edgar. “ Tapi..waktu kita tinggal sedikit lagi.. bagaimana jika rencana kita tidak berhasil..?” tanya Juni pesimis.

“ Kita pasti bisa membuatnya..!” seru Bella percaya diri.

“ Bagaimana jika membuat kue yang besar untuk Nenek Potsy..? seperti kue berbentuk istana? dan kue itu akan bisa di bagikan ke orang-orang yang sudah menyumbang....” usul Bella. Dan sekali lagi Laurie dan teman-teman yang lain bersemangat setuju dengan usul Bella.

Berhari-hari Bella dan teman-teman bekerja keras membuat istana kue untuk Nenek Potsy. Dengan semangat mereka yang membara dan tidak mengenal lelah mereka terus membuat kue yang enak sampai berhasil dan ini semua untuk membuat Nenek Potsy bahagia di hari ulang tahunnya.

Dan akhirnya hari yang dinanti tiba, Bella dan teman-teman berhasil membuat kue tart ulang tahun berbentuk istana, kue itu lumayan besar dan cukup untuk di nikmati orang banyak. Edgar dan teman-teman yang lain menghias halaman rumah Nenek Potsy dengan bermacam-macam pita dan balon berwarna-warni. Juni dan Bella merapikan meja, menyiapkan peralatan dan menghias kue istana ulang tahun dengan rapi, bahkan Junjun si kucing dengan lucu di pakaikan baju badut lengkap dengan topinya . Dan Laurie bertugas menjemput Nenek Potsy ke pusat kota.

Dan tiba-tiba banyak dari tetangga Nenek Potsy juga datang, mereka juga ingin merayakan Ulang Tahun Nenek Potsy bersama-sama, mereka juga membawa kue-kue bikinan sendiri. Ada yang membawa Cake Keju, Cake Strawberri, Cake Bluberri juga Black Forrest, saking banyaknya kue yang datang, meja pun jadi penuh, dan tidak muat lagi jika di isi dengan kue-kue lain yang baru saja datang.

“ Bagaimana ini, Bella..?”, tanya Juni. “ Mejanya sudah tidak cukup lagi..” tambah Edgar. Bella jadi bingung, tapi tiba-tiba seorang Ibu mengusulkan agar kue-kue yang semakin banyak itu di tumpuk di atas meja dengan rapih dan bersusun.

Akhirnya Bella di bantu dengan beberapa orang dewasa, menyusun tumpukan kue-kue dengan rapih, dan hasil akhirnya kue-kue itu berbentuk menjadi seperti gunung kue. “ Wow..aku tidak sabar untuk segera mencicipinya..sluuurp..”, kata Edgar sambil menelan ludah, rasanya perut Edgar sudah tidak sanggup untuk menahan keinginannya melahap kue-kue lezat yang bertumpuk tinggi seperti gunung itu.

Tak lama setelah Nenek Potsy dan Laurie tiba di rumah dan membuka pintu..

“ Kejutannn...!! Selamat Ulang Tahun Nenek Potsy....” seru Bella dan teman-teman.

Nenek Potsy yang kaget pun jadi terharu, ia sama sekali tidak menyangka kalau semua pelanggan ciliknya begitu perhatian kepada Nenek Potsy. Laurie dan Bella segera menyalakan lilin ulang tahun di atas istana kue, Nenek Potsy begitu takjub dan gembira melihat istana kue itu, di depan istana kue tertulis ucapan kata-kata

“ Selamat Ulang tahun Nenek Potsy, semoga panjang umur dan selalu di beri kebahagiaan.., semoga cepat sembuh...” dengan terharu Nenek Potsy mengucapkan banyak terima kasih. Setelah mengecup pipi Bella dan teman-teman, Nenek Potsy berkata, “ aku sangat bahagia sekali.., hari ini adalah hari ulang tahun terbaikku..dan semangat kalian membuat tangan Nenek cepat sembuh..” kata Nenek Potsy sambil mengerak-gerakkan tangannya yang kemarin terkilir. “ Dan mulai besok, Nenek akan kembali membuat kue-kue untuk kalian semua...” seru Nenek Potsy gembira.

Mereka semuapun menyanyikan lagu ulang tahun, Nenek Potsy juga meniup lilin dengan semangat kemudian mencoba kue istana itu.., “ hmm...enak sekali...” seru Nenek Potsy, “ horrayyy kita berhasil ”, Bella dan anak-anak berseru dan melompat kegirangan. dan hari itu mereka bersuka cita merayakan ulang tahun Nenek Potsy, kebahagiaan tidak hanya milik Nenek Potsy, Bella dan teman-teman, tetapi juga milik semua orang yang sudah mengenal Nenek Potsy juga kue-kue lezat buatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar