VANILLA
“Es krim
Untuk melampiaskan hobi gue itu, gue harus punya modal yang kuat, makanya gue selalu menyisihkan uang 5 ribu perak tiap harinya dari uang jajan gue dan gue masukkan ke box andalan yang bertuliskan “ MODAL PENEMU ES KRIM “, dan nantinya uang ini bakalan gue pake di saat pakar es krim dunia menemukan rasa baru yang eksotis, bombastis dan fantastis. Dan sekarang gue lagi gencar- gencarnya mengincar satu- satunya rasa yang belum pernah gue coba di es krim medan itu yaitu rasa vanilla, karena vanilla es krim favorit anak-anak komplek gue, dan sialnya selama berminggu-minggu gue selalu keabisan terus, dan selalu pulang dengan tangan dan lidah hampa, padahal jiwa gue yang selalu bergelora dan merasakan semangat hidup yang luar biasa setiap melahap es krim sudah seminggu ini memendam rasa penasaran, pengen mencoba, menjilat dan merasakan setiap gigitannya sampai terbawa mimpi. Dan gue bakalan bisa mati penasaran kalo sampai gue engga dapet es krim
Pernah gue sampe berebutan es krim terakhir yang tersisa di gerobak si abang sama anak kecil, gue nyaris dapet satu cone terakhir rasa vanilla yang terlihat penuh dengan bintang-bintang di atasnya, anak cowok kecil di samping gue engga mau kalah juga mau nge’rebut satu cone itu, gue dan dia teriak-teriak ke si abang, “ Baaang..buat saya aja baaang...”, kata gue penuh emosi, “ jaangan bang..jangan kasih buat anak gede, kasih buat saya aja..!!”, balas si anak kecil engga mau kalah sama sekali. Dengan gaya Lara Croft merebut benda pusaka di kuil, dengan sigap gue meraih cone yang sudah terisi penuh dengan es krim vanilla dari tangan si abang, dan haaap...penuh sujud syukur cone es krim itu mantap ada di genggaman tangan gue, dengan mulut ternganga plus mata membesar sambil memamerkan gigi-gigi gue yang gede, gue tertawa penuh kemenangan, tapi belum sampe lima detik gue menggigit es krim itu, tiba-tiba kepala gue di geplak dengan suatu benda keras seperti batu bata, otomatis kepala gue keliyengan, dengan mata morat-marit gue menengok ke arah si pemukul.
Dan seorang Ibu ber’bodi ala Pretty Asmara dengan bajunya yang terlihat berlabel “ Tjap Gentong “ melotot ke arah gue, si ibu terlihat engga terima dengan aksi rebut es krim gue dengan anaknya yang ternyata terjatuh di depan gue dengan tangis se’kejer bak aer penuh. Akhirnya dengan muka di tekuk sepuluh lipatan, es krim
Tapi gue engga bakalan mau menyerah, besoknya gue dengan aktif mengumpulkan banyak strategi untuk perebutan es krim
Setelah sempat dengar cerita si bibi tentang muka buku’nya si pembantu sebelah, gue segera ngeloyor pergi ke kamar, berbagai ide dan strategi gue pikirkan dengan sematang mungkin, bermacam-macam masukan dari temen-temen gue kumpulkan di otak gue, dengan mengantisipasi manjur atau tidaknya ide-ide mereka yang terasa mutakhir dan brilian. Ide dari pergi langsung ke rumahnya si abang penjual es krim, beli se’gerobak penuh es krimnya dengan bayar DP setengah harga sampe merayu si abang dengan bermodal rok mini dan tank top pink berdada rendah biar dapet es krim vanilla incaran gue dengan gampang, mudah dan gratis. Tapi akhirnya...yesss!! gue dapat solusinya, gue dapet idenya, dan gue merasa cara ini cukup ampuh buat menyingkirkan pesaing-pesaing cilik gue itu !, dan cara ini bakal gue coba besok, dan dengan tak sabar gue harus menunggu hari berganti untuk mempraktekkan ide gue itu, dan sebagai anak gadis beriman, gue minta pertolongan sama Tuhan, gue berdoa sebelum tidur agar ide gue ini berjalan lancar dan semulus pahanya Miyabi idola plus artis cantik favorit yang film-filmnya ada di koleksi Papa.
Dan saat ini, hari yang sudah di nanti-nanti, gue sudah stand by di tengah lapangan, dengan memegang uang tiga lembar ribuan di tangan, sambil menunggu kedatangan si abang es krim, gue melakukan pemanasan, gue renggangkan tangan gue ke atas, gue tarik jari-jari gue tanda siap siaga, sandal jepit yang biasa gue pake ke warung, gue ganti dengan sepatu olah raga andalan. Di lapangan sudah berkumpul anak-anak kecil yang minggu-minggu ini jadi saingan gue,mereka juga sibuk melakukan pemanasan, ada yang bolak-balik main perosotan, ada yang dorong-dorong temannya yang main ayunan, “ Hhmm...mungkin dia lagi menguatkan tangannya buat nge’dorong badan gue nanti..”, Gue berpikir picik,dan gue lihat jam di tangan, jam 15.45..,ok...
Semua mulai bersiap berlari sekencang-kencangnya, gue yang engga mau kalah dan sudah bertekad baja untuk mendapatkan es krim vanilla juga segera berlari dan kali ini gue engga sendirian, gue di temani anjing golden retriever tetangga yang memang sengaja gue pinjem, si anjing juga ikut berlari mengikuti langkah gue sambil menggonggong, dan seketika anak-anak kecil yang dari tadi sudah berlarian bergerombol di depan gue langsung kaget dan membelokkan langkahnya menjauhi si abang es krim dan mencari perlindungan sambil berteriak “ addaaaaa annjiiinggggg........”, sebagian ada yang berlari sambil menangis menghampiri ibunya, “ oohh..maaf sobat..kali ini aku harus menang..” pikir gue sambil melambai ke arah mereka dan memberikan kiss by penuh nafsu.
Dan akhirnya gue sampai di gerobak dan mengeluarkan uang tiga ribu ke si abang sambil ngos-ngos’an, “ vanilla bang...vanilla yah....beli dua deh.....” kata gue sambil menambahkan selembar
Es krim
Nama : Siti Vanilla Sari
Kelas : XI Tata Boga Satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar